Bantuan Darah Bab 1: Pembukaan

Bantuan Darah

Hari yang cerah, menyinari para makhluk hidup yang tinggal di dalam bumi, beserta alat dan juga teknologi ataupun bangunan mereka. Seluruh tubuh Bayu pun terkena teriknya panas tersebut.

"Bangsat, udah stress, malah panas, anjir parah", Bilang Bayu di dalam hatinya.

Memang sudah tidak aneh dimana ia sering stress dan depresi seperti ini. Di sekolahnya ia memang termasuk siswa yang rentan di bully ataupun di siksa oleh para senior senior tersebut. Menyakitkan memang, tapi mau bagaimana lagi, orang tua memaksa, dan juga masa depan memaksa. Sudah takdir.

Setelah berjalan sekitar 30 menit lamanya, akhirnya sampai di sekolah SMA UROS SANGGEKAN, nama yang aneh memang, tempatnya juga aneh. Sekolah ini ada di pedalaman, jauh dari kota yang penuh dengan teriknya panas matahari dan juga debu yang selalu menyumbat jalur pernapasan. Walaupun, Bayu tinggal di dekat tepi sungai yang membatasi kota dengan jalur menuju sekolah ini. Balik lagi, mengapa sekolah ini aneh? Ya, sekolah ini terdapat di dalam hutan Alas Sewu, yakni Seribu Hutan. Tepatnya di dekat Gunung Kawi, yaitu di Jawa Timur.

"Huff huff, anjing akhirnya nyampe juga." Ujar Bayu saat akhirnya menginjak. Sangat melelahkan bagi Bayu pun yang bertubuh tidak seperti idola idola perempuan sewajarnya. Ia juga bukan orang yang berprestasi dalam kompetisi ataupun ulangan ulangan sekolah.

Bayu pun memasuki ruangan kelasnya, yaitu kelas 3A, ya ia sekarang sudah menginjak kelas 12 yakni kelas 3 SMA. Kelasnya berisi dengan siswa pintar, bodoh, idola perempuan, dan juga sasaran bully. Lengkap memang, apalagi paket tersebut dilengkapi dengan pembully Bayu sendiri. Baru saja mau duduk, sudah yang namanya caki maki sampai nama sebutan dilemparkan dari sang pembully. Yakni, bernama Santoso, bersama gengnya yang mencakup Adiputra, Sumardi, dan Karmono. Kalau sudah ada 4 komplotan itu, Bayu pasti pergi menjauhi atau mereka yang mendekatinya.

Hari ini, sudah tersirat di buku jadwal para murid bahwa akan diadakan sebuah sesi meeting pada jam 13.00 sampai 15.00, yakni jam pulang sekolah yaitu jam 3 pas pada setiap harinya kecuali jumat, jam 1 yaitu 13.00, karena adanya sholat jumatan bagi para kaum Muslim. Sekolah Uros Sanggekan ini memang sekolah yang utama Muslim, tetapi agama lain juga boleh masuk, seperti Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan lain lainnya. Bayu sendiri merupakan seorang Kristen, namun ia memilih untuk pergi dari dunia agamanya dan juga memilih untuk tidak memercayai Tuhan Yesus. Bayu selalu melihat Tuhan sebagai sosok yang tidak pernah mempedulikan dirinya, dan hanya ingin ia sengsara sampai ia mati.

"Hello anak kota sampah, mana makanan lo, sini anjing" Dengan marahnya Sumardi yang menggunakan tangannya untuk memegang kepala Bayu sambil memainkannya dengan keras.

"Nih..", Bayu pun memberikan makanannya yang sudah disiapkan dan dibawa dari rumahnya.

"Terima kasih, memang sampah ga perlu makanan" Ujar Sumardi sambil mengeluarkan nada yang mengejek.
"Yoi Broo, ayo pergi" sambil Adiputra mengajak mereka dan pergi ke luar kelas.
"..." Karmono juga ikut pergi.
"Hah, anak sampah anak sampah" sebut Santoso di dalam hatinya.

Memang sudah ritual pagi, dimana Bayu datang dan selalu diancam oleh para komplotan pembully bangsat itu. Sampai sampai, ia sudah mengenal karakter mereka masing masing. Santoso walaupun sebagai pemimpinnya, ia merupakan orang yang tenang dan juga diam, tetapi jika sudah memaki pasti langsung menuju hati dan latar belakang. Adiputra memiliki karakter yang selalu mengikuti dan mematuhi terhadap komplotannya. Karmono merupakan orang pendiam, tetapi ia jago dalam betarung, apalagi ia berhasil meraih 2 medali emas dan 1 medali perak dalam sebuah ajang pertarungan bela diri nasional. Terakhir, Sumardi, sang paling bangsat dari semua bangsat ini, kalau ada di hutan, dia pasti merupakan singa jantan yang selalu ingin bertarung dan memiliki suara yang selalu mencekam hati.

Walaupun begitu, anehnya mereka baik dengan yang lain, apalagi dengan perempuan. Terutama Santoso, ia sudah memiliki kekasih belahan hatinya, ia bernama Priscil. Menurut Bayu, lantas Santoso bisa mendapatkan Priscil, sudah Santoso cakep, apalagi Priscil yang parasnya cantik, dengan rambut hitam lurus dan panjang. Walaupun yang lain belum dapat, tapi Bayu yakin pasti mereka akan dapat di kemudian hari.

Itu pun kalau ada kemudian hari...

Comments

Popular posts from this blog

Pokemon Concierge - Season 1 Review!

Review Joker (2019)

Aquaman and the Lost Kingdom (2023) Review