Bantuan Darah Bab 2: Persekutuan dimulai

Waktu dan jam mulai berlalu, tidak terasa sudah selesai dan Bayu bersiap untuk pulang. Dan seperti biasanya, seluruh komplotan tersebut melewatinya dan memegang kepalanya dan didorong kebawah, seperti mengeluarkan gaya yang menunduk. Akhirnya selesai, dan ia melihat salah satu siswa yang cukup dibilang "freak" juga keluar dari kelasnya, ia ingat siswa tersebut bernama Ranoto. Ranoto di kelas diam saja, dan mendapatkan nilai yang kalau dibilang memenuhi standar sekolah Uros Sanggrek ini. Tetapi Bayu ingat bahwa beredar rumor seorang yang hilang tidak ada jejak ataupun bukti, dan rumor berkata bahwa seorang tersebut merupakan Ranoto, dan anehnya ia pulang dan tidak mengingat apapun yang terjadi, ia hanya ingat bahwa ia sedang tertidur, dan baru saja bangun. Setelah dilihat, ternyata banyak orang bilang bahwa ia diantar oleh sesosok makhluk gaib, bukan dedemit tetapi seperti pelindung. Dan memang sangat aneh karena setelah ia balik, ia menjadi sangat pendiam dan bukan seperti biasanya.

Ranoto pergi dan balik lagi ke rumahnya dengan keadaan tertidur dari Gunung Kawi.

Bayu akhirnya pulang dan melewati jalan setapak sampai menjadi jalan trotoar, akhirnya sampai di rumahnya dekat tepi sungai. Pemandangan malam memang sunyi dan tidak ada spesialnya, namun bagi Bayu, ia sangat menyukai kesunyian tersebut, seperti yang ia inginkan untuk di saat sekolahnya.

"Mengapa saya, mengapa saya harus menderita seperti ini? Apakah saya seharusnya mati?" Dalam hati Bayu selalu dilontarkan pertanyaan pertanyaan tersebut.
"ANJINGG"

setelah kekesalan tersebut reda, sunyi meluap di kemudian malam hari, hanya kendaraan yang berbicara.

Santoso bersama Adiputra, Karmono, Sumardi, dan juga Priscil berada di sebuah Klub Malam, tepatnya di Jawa Timur tersebut. Namanya Serdadu Langsir, tempatnya terpencil dan hanya yang sudah member boleh masuk. Cukup tersembunyi dari polisi dan juga memerlukan biaya yang cukup mahal, sekitar 2 juta per bulan. Perlengkapan Klub Malam pun lengkap, dari bola disco, minuman alkohol, perempuan, ataupun narkoba. Ya, narkoba sering digunakan disini, tetapi walaupun begitu, kelompok geng ini menolak besar narkoba. Walaupun mereka para bangsat, mereka juga mengerti aturan dan tidak mau terjerat keadiktifan narkoba, cukup sampai rokok atau vape saja. Mereka pulang biasanya sampai jam 2 subuh, dan setelah itu baru mereka tertidur terlelap di rumah mereka masing masing. Masa lalu mereka memang buruk, Santoso selalu dibentak oleh orang tuanya, dan selalu dilabel sebagai anak yang pemalas dan ga tau diri. Adiputra dan Karmono saling dipukuli dan disabet oleh ikat pinggang orang tuanya. Sumardi pun dulu sering dibully dan juga sering dimarahi oleh orang tuanya, terutama ayahnya, yang selalu memarahi dan berkata kasar hanya untuk memotivasinya menjadi seorang laki laki yang tegas dan kuat, namun ia menjadi anak yang kurang ajar di luar lingkungan orang tuanya. Priscil ditinggal oleh ayahnya waktu ia masih bayi, dan ibunya selalu memukulnya dan juga meninggalkan ia sendirian, sehingga ia selalu mencari perlindungan dan mudah terjerat ke kasih sayang dan cinta dari laki laki, terutama yang jahat dan hati kotor seperti Santoso. Memang Santoso seorang bad boy, tetapi Priscil sudah masa bodoh, dan hanya ingin untuk diakui dan dicintai oleh seorang laki laki yang cakep, pintar dan berotot. Santoso walaupun ia memiliki perwatakan buruk, ia tetap menyayangi Priscil, sampai ia rela untuk dipanggil bucin ataupun terkadang harus melawan siswa lain karena panggilan tersebut.

Sementara itu, Ranoto ditinggal oleh orang tuanya dikarenakan sebuah insiden yang dirumorkan bahwa keduanya disantet oleh salah satu musuhnya. Orang tua Ranoto memang terkenal suka mencuri kekayaan uang orang lain menggunakan peliharaanya, yakni dua tuyul. Tetapi semua itu dikarenakan adanya ekonomi yang buruk dan mereka berdua harus menggunakan cara lain untuk menghidupi Ranoto yang masih bayi tersebut. Saat Ranoto berumur 6 tahun, pada waktu malamnya di tahun 2004, Ranoto sedang tertidur lelap, dan sekitar jam 3 subuh, orang tuanya meninggal tanpa adanya teriakan ataupun suara. Seesok paginya, Ranoto yang masuk ke kamar orang tuanya untuk mengecek mereka terkejut dan sampai nangis dan juga teriak. Setelah warga mengerumuni rumah Ranoto dan juga kamarnya, terlihat kedua orang tua Ranoto tertidur bersampingan dengan hampir seluruh kulit sudah berubah menjadi bekas otot dan darah yang sudah mengental hampir mengering di dekat tempat tidur mereka. Dari mayat tersebut dikerumuni oleh kelabang, lalat, dan juga belatungnya. Bau yang menusuk sudah keluar, dan akhirnya kedua orang tua Ranoto dikuburkan.

Sekarang ia harus hidup dengan sendirinya, tetapi ia juga mengikuti jejak keluarganya. Ia mulai belajar ilmu hitam dan putih, ia pun melakukan pesugihan dan juga ritual dimana ia bisa mendatangkan kekayaan disaat ia menjual kerupuk. Banyak rumor bahwa kerupuk tersebut telah dicampur tangani oleh pocong ataupun kuntilanak, tetapi tidak ada yang berani menghadapinya.

Karena pernah ada berita bahwa seseorang meninggal karena kepalanya hampir terpenggal dengan leher belakangnya masih menempel. Anehnya, ia ditemukan dalam keadaan sudah telanjang dan kulitnya sudah pucat. Konon itu perbuatan sang "pelindung" Ranoto.

Ia memang sangat ditakuti di masyarakatnya.

Se-esok harinya di sekolah, ritual pagi sudah biasa dilakukan dan juga dilewati oleh Bayu, dan akhirnya jam makan pun tiba. Ia pun pergi ke lantai 4 , yakni atap dari sekolah ini. Tidak besar tempat untuk atap disini, dan juga kebanyakan siswa takut ke atap tersebut, karena beredar rumor yang katanya lantai 3, yaitu ruangan gudang perlengkapan, dipenuhi oleh sosok gaib dan dedemit. Tetapi karena Bayu tidak percaya hal gitu gituan, ia pun berani untuk naik ke atap. Namun hari itu, hari Jumat sangatlah spesial. Di atap tersebut ia bertemu dengan Ranoto, ia sedang berdiri menghadap sebuah akar dari tumbuhan besar yang Bayu duga itu adalah pohon beringin. Ia pun menghampirinya.

"Umm, hei, aku jarang sekali melihat kamu"

"Iya, memang jarang sekali, ini pun pertama kali saya pergi ke atap ini" Sambil masih melihat akar tersebut membelakangi Bayu.

"Kamu Ranoto kan?, kenapa kamu ada disini?" Bayu mendekatinya.

"Benar, kamu pasti Bayu kan?"

"Iya" Sambil Bayu menganggukan kepalanya.

"Mau aku jawab pertanyaan yang kamu sebutkan tadi?" Sambil membalikkan kepalanya ke arah Bayu.

"Boleh, jadi apa yang kamu lakukan disini?"

"Berbicara, dengan teman. Ia baik sekali, ia ingin berbicara kepada aku, tentang kamu Bayu."

"Hah? Berbicara tentang apa??" Dengan kagetnya Bayu menanyakan pertanyaan lagi.

"Apakah kamu ingin balas dendam?, apakah kamu ingin kesengsaraan kamu dipindahkan terhadap mereka?"

"Maksudmu..? Santet kah? Anjir..maksudnya apaan?"

"Tenang, saya akan menjelaskan semua jika kamu ingin bertemu dengan aku setelah selesai sekolah ini, dan sebut saja ini adalah sebuah permintaan persekutuan dengan aku dan kamu. Tentunya, dalam hal gaib."

Comments

Popular posts from this blog

Pokemon Concierge - Season 1 Review!

Review Joker (2019)

Aquaman and the Lost Kingdom (2023) Review